Dua Nama, Satu Cinta

OLYMPUS DIGITAL CAMERAYoza namaku, Yozie nama suamiku. Bukan kami sengaja menyatukan dua nama ini dalam satu cinta. Benar2 takdir Allah, aku berjodoh dengan seseorang yang bernama nyaris sama denganku. Orang tua kami-pun tidak saling mengenal sebelumnya. Jadi jauhlah dari kemungkinan perjodohan dari kecil. Sehingga kami merasa bahwa ini benar2 perjodohan istimewa, spesial, se-spesial kemiripan nama kami.

Awal mengenalnya, tentu saja terasa aneh, agak ajaib, dan lucu aja. Seolah dipertemukan dengan kembaran yang terpisah sedari kecil. Lebih ajaib lagi, panggilan kami sama, ‘Yoz’. Sehingga diawal masa2 pacaran, aku dan dia, sering kagok, sering salah paham, sering kebingungan sendiri. Apalagi kami masing2 memanggil diri sendiri, dengan panggilan itu. Semakin seringlah bingung, melanda waktu kencan kami, heeheeee. Sehingga akhirnya kami membuat kesepakatan, salah satu dari kami harus mengalah, mengganti panggilannya. Aku yang punya panggilan lain, spesial dari kakak n adekku, diminta untuk mengalah. Jujur saja, aku tetap protes diawal kesepakatan. 24 tahun memakai ‘Yoz’ ke diri sendiri, mendadak disuruh mengalah, ya ga mau donk. Namun dengan beragam rayuan mautnya, akhirnya aku luluh juga. Walaupun tentu saja, panggilan baru itu, resmi kugunakan setelah berstatus istrinya.

Bernama nyaris mirip, ada keuntungannya juga. Orang2 sekitar dengan sangat gampang mengingat nama kami. Sehingga tidak aneh bila teman2 suami, yang ga dekat sekalipun, dengan gampang mengenal namaku. Yang lucunya, setiap kami mengenalkan diri selalu, ada pertamyaan, yang lebih kurang sama. “kok namanya bisa mirip ya??”
Sehingga terkadang masalah nama yang mirip ini, bisa menjadi pembuka obrolan, dengan orang2 baru.

Dari nama yang nyaris mirip ini, bisa ditebak donk, nama anak2 kami. Yup, kedua putri kami, kami pilihkan nama yang berawalan “Yo”, paling ga sebagai pengukuhan, bahwa kedua gadis cilik ini adalah anak2 dari Yoza dan Yozie. Dan sebagai bukti rasa sayang dan perhargaan kepadanya, sebagai istri, aku memakai nama suami di belakang namaku. Tadinya memang agak terasa janggal, tapi setelah sekian tahun, nama itu kemudian seperti padanan tak terpisahkan, ‘Yoza Yozie’. Akhirnya memang, sepertinya nama itu yang memang dikodratkan untuk menjadi padanan namaku. Terlepas dari urusan nama ini. Cinta yang terbina, tetaplah yang utama. Nama kemudian memang hanya menjadi penambah daya tarik relasi kami.

(for my Yozie)

3 thoughts on “Dua Nama, Satu Cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s